Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan kabar baik terkait pelaksanaan pengeboran sumur minyak yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Asset 2 atau PT PHR Zona 4. Berdasarkan informasi resmi, keberhasilan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, PT Pertamina EP Asset 2 telah melakukan pengeboran sumur pengembangan KRG-042 sejak 22 Juni 2026. "Dan per tanggal 16 Juli 2026 telah berhasil melakukan uji produksi menggunakan ESP dengan hasil sementara mencapai 777 BOPD pada lapisan TAF-E1 (interval 1481-1482 mMD)," terangnya dalam keterangan tertulis pada Minggu (19/7/2026).
Berdasarkan penjelasan teknis, produksi minyak yang melimpah ini berasal dari lapisan Layer E1 yang memiliki kondisi tekanan reservoir yang sangat baik. Dari pantauan redaksi, lokasi pengeboran strategis tersebut terletak di Struktur Karangan, Field Limau, yang berjarak sekitar 20 kilometer di sebelah tenggara Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Proses pengerjaan sumur ini dilakukan secara Directional atau berarah dengan menggunakan RIG PDSI#25.2/LTO750-M hingga mencapai kedalaman akhir di 1697 mMD/1624.96 mTVD. Tim di lapangan berhasil menyelesaikan seluruh proses operasional dalam total waktu 25 hari dari rencana awal 28 hari tanpa mencatatkan adanya kecelakaan kerja.
Menurut pengamatan tim redaksi, proyek ini juga menunjukkan efisiensi anggaran yang cukup tinggi dengan realisasi biaya lapangan sebesar US$ 3.175.003,13 atau sekitar 76,15 persen dari total AFE yang disetujui. Pihak SKK Migas mengharapkan doa serta dukungan agar hasil produksi baru ini dapat segera dicatat sebagai lifting nasional dalam waktu dekat.