KRE Publishing KRE Publishing
/home / olahraga / Thomas Tuchel Layak Bertahan di...
OLAHRAGA

Thomas Tuchel Layak Bertahan di Timnas Inggris, Kecuali Pep Guardiola Masuk

Thomas Tuchel saat memimpin sesi latihan Timnas Inggris di turnamen internasional

Thomas Tuchel saat memimpin sesi latihan Timnas Inggris di turnamen internasional

Thomas Tuchel kini menghadapi realitas keras dari budaya pasca-turnamen di Inggris yang dikenal sangat kritis. Pasca kekalahan menyakitkan dari Argentina di semifinal Piala Dunia, seruan agar sang pelatih mundur terus menguat setelah keunggulan 1-0 Inggris sirna di menit-menit akhir pertandingan.

Dari pantauan redaksi, kegagalan ini bukan sekadar kesalahan taktis murni dari Tuchel. Tim Inggris terlihat mengalami "hangover" era Gareth Southgate, di mana para pemain secara tidak sadar cenderung bertahan terlalu dalam saat memimpin, seolah-olah tidak percaya mereka mampu mengalahkan juara bertahan.

Dalam wawancara dengan ITV, Tuchel mengakui situasi tersebut dengan mengatakan, "Kami tiba-tiba bermain seolah-olah kami memiliki banyak hal untuk dipertaruhkan. Kami tidak memiliki cukup penguasaan bola dan terjebak dalam tekanan." Meski dikritik karena pergantian pemain, Tuchel tetap menegaskan bahwa ia bertanggung jawab atas keputusan tersebut namun menolak anggapan bahwa pergantian itulah penyebab utama keruntuhan mental tim.

Kapten tim, Harry Kane, menyatakan bahwa instruksi di lapangan sebenarnya adalah untuk terus menekan lawan, bukan bertahan. "Begitu kami unggul 1-0, kami sepertinya hanya mencoba bertahan, yang di level ini tidak cukup. Pesannya adalah untuk terus maju dan mencetak gol lagi," ujar Kane pasca pertandingan. Senada dengan itu, bek tengah Marc Guehi juga merasa mentalitas tim secara otomatis beralih ke mode bertahan.

Analisis tim redaksi menunjukkan bahwa masalah mentalitas Inggris ini bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan secara instan dalam kurun waktu 18 bulan masa jabatan Tuchel. Proyek yang dimulai pada Januari 2025 ini menuntut transformasi besar yang membutuhkan waktu, terutama mengingat beban sejarah 60 tahun kegagalan turnamen yang dipikul para pemain.

Meskipun ada seruan pemecatan, melepas Tuchel saat ini dinilai sebagai langkah gegabah. Namun, perdebatan menjadi menarik ketika mempertimbangkan ketersediaan Pep Guardiola. Jika FA ingin melakukan perubahan, mantan pelatih Manchester City tersebut adalah satu-satunya kandidat yang memiliki kapabilitas untuk melampaui pencapaian Tuchel saat ini.

Saat ini, Tuchel tampaknya masih mendapatkan dukungan dari petinggi FA yang menganggap pencapaian semifinal sebagai progres positif. Dengan kontrak yang masih berjalan dan target Euro 2028 di depan mata, sang pelatih asal Jerman diprediksi akan tetap memimpin The Three Lions untuk memperbaiki mentalitas tim di turnamen besar berikutnya.

Tuchel sendiri telah menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan dan belajar dari kegagalan di Piala Dunia ini. "Kami akan terus berjalan hingga Euro di kandang sendiri. Ini adalah sebuah pencapaian bisa mencapai semifinal, meskipun sulit untuk melihat jauh ke depan saat ini," pungkas Tuchel.

// TOPICS
#thomas_tuchel #timnas_inggris #piala_dunia #pep_guardiola #fa #sepak_bola #analisis_sepak_bola
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi KRE Publishing adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.