Kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, tidak mampu menyembunyikan emosinya setelah mengantarkan negaranya melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 pada Rabu (8/7/2026). Sang megabintang menitikkan air mata usai mencatatkan kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir dalam laga babak 16 besar yang berlangsung ketat di Atlanta Stadium.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya pertandingan, Argentina nyaris tersingkir dari turnamen setelah sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu dari Mesir. Namun, dari pantauan redaksi, semangat juang tinggi membuat Albiceleste bangkit lewat gol dari Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez dalam kurun waktu 13 menit terakhir pertandingan guna membalikkan keadaan.
Sebelum laga krusial ini bergulir, kehadiran Lionel Messi memang dinilai menjadi faktor pembeda bagi tim asuhan Lionel Scaloni dalam perburuan gelar juara. Menurut pengamat sepak bola asal Semarang, Gigih W, pengaruh besar sang kapten sangat krusial terhadap mental bertanding rekan-rekannya di atas lapangan hijau.
"Argentina menjadi salah satu favorit juara karena proses transisi skuad yang berjalan mulus serta adanya faktor X dari Lionel Messi. Kehadiran Lionel Messi juga membuat moral dan mental para pemain Argentina lebih percaya diri," ujar Gigih dalam Podcast Super Taktik Tribunnews.
Usai pertandingan emosional tersebut, pemain berusia 39 tahun itu mengaku sangat lega karena Argentina berhasil keluar dari tekanan yang luar biasa berat. "Sejujurnya saya sangat bahagia karena kami berhasil lolos, terlebih melihat bagaimana cara kami melakukannya. Saat tertinggal 0-2, situasinya menjadi sangat sulit. Rasanya luar biasa bisa membalikkan keadaan," kata Messi seperti dikutip dari TyC Sports.
Melalui pengamatan tim redaksi, karakter pantang menyerah kini menjadi identitas utama skuad Argentina di ajang bergengsi ini. Lionel Messi juga menegaskan bahwa gol cepat Cristian Romero pada menit ke-79 menjadi titik balik utama yang menghidupkan kembali asa juara bertahan untuk terus melaju hingga akhir turnamen.