KRE Publishing KRE Publishing
/home / berita / Taktik Pengecut Thomas Tuchel...
BERITA

Taktik Pengecut Thomas Tuchel Gagalkan Inggris ke Final Piala Dunia

Kekecewaan para pemain Inggris setelah taktik Thomas Tuchel gagal membendung Argentina di Piala Dunia

Kekecewaan para pemain Inggris setelah taktik Thomas Tuchel gagal membendung Argentina di Piala Dunia

Dari pantauan redaksi, langkah Inggris untuk mencapai final Piala Dunia pertama mereka sejak 1966 harus kandas secara tragis. Sempat unggul 1-0 hingga menit ke-80, The Three Lions justru takluk dari sang juara bertahan Argentina. Kekalahan ini dinilai banyak pihak terjadi akibat keputusan kontroversial manajer Thomas Tuchel yang memilih bermain terlalu bertahan di sisa laga.

Berdasarkan jalannya pertandingan, kapten Argentina Lionel Messi sebenarnya tidak banyak berkutik selama 75 menit pertama. Namun, keputusan Thomas Tuchel yang menarik keluar Anthony Gordon dan memasukkan Ezri Konsa untuk beralih ke formasi lima bek justru memberikan ruang bagi sang megabintang. Kebebasan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Lionel Messi untuk mengarsiteki dua gol balasan Albiceleste melalui Fernandez dan Lautaro Martinez.

Menurut pengamatan tim redaksi, kekalahan ini semakin mempertegas kompleksitas inferioritas yang membayangi mentalitas timnas Inggris di turnamen besar. Sejak tahun 1998, Three Lions tercatat telah bertemu tim peringkat 10 besar dunia sebanyak tujuh kali di ajang Piala Dunia, dan mereka selalu menelan kekalahan dalam semua laga tersebut.

Usai pertandingan, kekecewaan mendalam pun tidak dapat disembunyikan oleh penyerang Inggris, Harry Kane. "Ini cerita yang mirip dengan apa yang terjadi di turnamen-turnamen sebelumnya. Saya merasa kami kesulitan untuk menjaga momentum pertandingan. Kami telah bermain sangat baik selama 60 menit, kami mencetak gol dan layak memimpin. Namun, karena satu dan lain hal, kami kesulitan menguasai bola," ujar Harry Kane dengan nada lesu.

Di sisi lain, Thomas Tuchel langsung menjadi sasaran kritik tajam akibat taktiknya yang dianggap pengecut. Argentina bahkan tercatat mendominasi penguasaan bola hingga 88 persen setelah gol Inggris tercipta. "Saya percaya itulah sifat alami dari permainan ini. Begitu Anda kalah, Anda akan dikritik. Saya menerima kritik tersebut, begitulah adanya," kata Thomas Tuchel yang pasrah menerima tanggung jawab atas kekalahan menyakitkan tersebut.

Berbanding terbalik dengan Thomas Tuchel, pelatih Argentina Lionel Scaloni justru mendapat pujian karena keberaniannya terus menambah daya gedor. "Ada darah di dalam air dan kami mengejarnya," jelas Lionel Scaloni saat menggambarkan bagaimana timnya memanfaatkan kepasifan taktik Inggris. Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke partai puncak untuk menghadapi Spanyol.

// TOPICS
#thomas_tuchel #lionel_messi #timnas_inggris #timnas_argentina #piala_dunia_2026 #harry_kane #lionel_scaloni
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi KRE Publishing adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.