Pemerintah Iran resmi memulai rangkaian prosesi pemakaman akbar untuk Pemimpin Tertinggi mendiang Ayatollah Ali Khamenei sejak Sabtu (4/7). Berdasarkan informasi yang dihimpun, ritual penghormatan terakhir ini direncanakan berlangsung selama sepekan penuh dan diproyeksikan bakal dihadiri oleh jutaan pelayat dari berbagai penjuru wilayah.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sebagai langkah awal, jenazah Khamenei disemayamkan di kompleks Masjid Imam Khomeini Mosalla yang terletak di ibu kota Teheran untuk memberikan kesempatan bagi warga memberikan penghormatan terakhir. Rute iring-iringan jenazah selanjutnya dirancang melewati kota pusat pendidikan agama Qom, serta dua kota suci umat Syiah di Irak, yaitu Najaf dan Karbala, sebelum akhirnya dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli mendatang.
Menurut laporan dari Al Jazeera, pejabat berwenang Iran memperkirakan sebanyak 20 juta orang akan memadati rangkaian upacara duka tersebut. Upacara ini baru bisa terlaksana setelah sempat tertunda selama empat bulan sejak wafatnya Khamenei pada fase awal konfrontasi bersenjata melawan Amerika Serikat dan Israel, demi menghindari kerumunan massa yang masif di tengah situasi perang.
Berdasarkan pantauan redaksi melalui siaran langsung televisi pemerintah Iran, lautan manusia telah memadati jalan-jalan utama di Teheran sejak pagi hari. Peti jenazah Khamenei tampak ditempatkan di atas panggung tinggi dengan diselimuti bendera nasional Iran serta dihiasi sorban hitam khasnya, bersanding dengan empat peti anggota keluarga lainnya termasuk cucunya yang turut gugur dalam serangan.
Dari pengamatan tim redaksi, momentum duka ini juga dimanfaatkan sebagai panggung diplomasi dengan hadirnya perwakilan resmi dari negara-negara sekutu seperti China, Rusia, India, Pakistan, Turki, hingga Irak. Selain itu, utusan dari negara-negara Teluk Arab seperti Qatar, Oman, dan Arab Saudi dilaporkan turut hadir memberikan penghormatan.
Media pemerintah Hamshahri menyatakan bahwa "Acara tersebut merupakan referendum yang menunjukkan besarnya kekuatan Iran, sekaligus membantah narasi tentang keruntuhan, isolasi, serta keterasingan antara negara dan rakyat". Demi mendukung kelancaran agenda besar ini, otoritas Iran memberlakukan kebijakan libur nasional selama tiga hari dan memperketat pengamanan ruang udara di wilayah ibu kota.