Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, melayangkan kritik keras terhadap langkah pemerintah Indonesia yang tidak mengirimkan delegasi resmi ke rangkaian upacara pemakaman Mantan Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Berdasarkan pantauan redaksi, ketidakhadiran utusan khusus dari Jakarta ini memicu pertanyaan mengenai konsistensi arah kebijakan diplomasi negara.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Rangkaian upacara penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei yang wafat akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel tersebut dijadwalkan berlangsung dari tanggal 3 hingga 9 Juli 2026 di beberapa kota di Iran. Menurut informasi resmi, jenazah pemimpin spiritual tersebut rencananya akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis mendatang.
Dalam prosesi ini, Indonesia terpantau hanya diwakili oleh Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan, Rolliansyah Soemirat. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, perwakilan tersebut hadir memberikan penghormatan terakhir pada Sabtu pagi di Grand Mosalla, Teheran, tanpa didampingi pejabat tinggi setingkat menteri atau kepala negara dari Jakarta.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Dino Patti Djalal mempertanyakan apakah prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia selama ini sudah mulai luntur. Menurut beliau, sikap acuh ini dikhawatirkan dapat membuat pihak Teheran menganggap Indonesia menyepelekan hubungan bilateral kedua negara.
Dino mengungkapkan keheranannya karena pemerintah RI dikabarkan tidak menanggapi undangan resmi yang telah dikirimkan oleh pihak Iran. Menurut pengamatan beliau, puluhan negara lain justru mengirimkan delegasi resmi setingkat menteri hingga presiden, sementara Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia justru melewatkan kesempatan diplomasi penting ini.