KRE Publishing KRE Publishing
/home / berita / Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.060 di...
BERITA

Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.060 di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Grafik nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS yang mengalami penguatan tipis

Grafik nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS yang mengalami penguatan tipis

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (10/7/2026). Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda berada di posisi Rp18.060/US$, mengalami apresiasi sebesar 0,06% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Dari pantauan redaksi, pergerakan positif ini menjadi angin segar setelah rupiah sempat terpuruk ke posisi terlemahnya dalam sebulan terakhir pada Kamis (9/7/2026) di level Rp18.070/US$. Pelemahan indeks dolar AS (DXY) global ke level 100,762 turut memberikan ruang bagi rupiah untuk bernapas.

Menurut pengamatan tim redaksi, pelemahan greenback dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik baru di Timur Tengah, menyusul aksi saling serang antara AS dan Iran. Meski demikian, harga minyak mentah global justru terpantau melandai dengan Brent turun ke level US75,72perbarelakibatkekhawatirandampakinflasiglobal.

Selainfaktorgeopolitik,pelakupasarjugamencermatiarahkebijakanmoneterTheFe8-11 miliar pada paruh kedua tahun 2026 demi memperkuat neraca pembayaran.

"Indonesia masih membutuhkan tambahan arus modal asing yang cukup besar agar keseimbangan neraca pembayaran semakin kuat. Oleh karena itu kita tidak boleh cepat berpuas diri," ujar Fakhrul Fulvian dalam catatan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa kepastian fiskal dan daya tarik pasar obligasi menjadi kunci utama.

// TOPICS
#rupiah #dolar_as #kurs_mata_uang #geopolitik #the_fed #trimegah_sekuritas_indonesia
Koresponden Internasional & Analis Global

Siti membawa perspektif global untuk pembaca KRE Publishing. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.