Kemenangan dramatis tim nasional England atas Mexico di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembuktian bagi Jordan Pickford. Ketika Three Lions harus bermain dengan 10 orang di 20 menit terakhir, manajer Thomas Tuchel menginstruksikan timnya untuk bertahan total demi menjauhkan bola dari area gawang. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Pickford menjalankan tugas tersebut dengan sangat sempurna sekaligus membungkam para pengkritik yang sempat meragukannya di awal turnamen.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Awal kompetisi ini memang tidak berjalan mulus bagi penjaga gawang Everton tersebut. Performanya saat melawan Croatia dinilai berada di bawah standar tertingginya, di mana Thomas Tuchel sempat tertangkap kamera memarahi Pickford karena distribusi bolanya yang kurang akurat. Momentum emosional kembali terjadi saat melawan Ghana dan DR Congo, di mana Pickford melakukan beberapa kesalahan antisipasi yang hampir membuat England menelan kekalahan andai tidak diselamatkan oleh gol telat Harry Kane.
Namun, situasi berbalik total saat England berlaga di Estadio Azteca, Mexico City. Berdasarkan pantauan redaksi, Pickford melakukan serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk menggagalkan dua peluang emas dari sundulan Raul Jimenez. Di babak kedua, ia tampil impresif dengan mencatatkan lima tinjuan, tiga penyelamatan vital, serta memimpin lini pertahanan dengan penuh teriakan dan motivasi.
Mantan penjaga gawang timnas England, Joe Hart, memberikan pujian tinggi saat berbicara di BBC. "Dia mungkin tidak terlalu memanjakan mata, tetapi demi Tuhan dia sangat efektif, dan Anda bisa mempercayainya. Di momen-momen besar, dia selalu ingin berdiri di sana dan menjadi sosok penentu tersebut," ujar Hart. Ia menambahkan bahwa Pickford sangat layak menerima segala pujian atas ketangguhannya di bawah mistar gawang.
Ketangguhan ini membawa Pickford ke ambang sejarah baru sepak bola England. Jika dimainkan dalam laga perempat final melawan Norway, ia akan resmi memecahkan rekor Peter Shilton dengan 17 penampilan sebagai pemain England yang paling banyak tampil di ajang Piala Dunia. Shilton sendiri mengakui kualitas juniornya tersebut dengan menyebut Pickford sebagai kiper terbaik England sejak era dirinya pensiun.
Rekor Pickford dalam babak adu penalti juga sangat impresif, di mana ia tercatat sukses menggagalkan empat dari 14 penalti yang dihadapinya selama turnamen mayor seperti Euro dan Piala Dunia. Mantan kiper Ben Foster bahkan berkelakar bahwa Pickford selalu menganggap babak adu penalti sebagai waktu pertunjukan bagi dirinya sendiri karena tingkat adrenalinnya yang melonjak tinggi.
Ketangguhan Pickford akan kembali diuji di Miami saat England menghadapi Norway yang diperkuat oleh Erling Haaland. Striker Manchester City tersebut merupakan momok menakutkan bagi Pickford karena telah mencetak tujuh gol ke gawangnya di level klub. Meski demikian, sejarah membuktikan bahwa semakin besar tekanan yang dihadapi, Jordan Pickford justru semakin termotivasi untuk memberikan performa terbaiknya bagi Three Lions.