PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi ke kas negara akan melonjak tajam hingga mencapai US$ 4,7 miliar atau sekitar Rp 85 triliun pada tahun 2027 mendatang. Berdasarkan pantauan redaksi, target ambisius ini didorong oleh rencana pemulihan penuh kapasitas produksi tambang bawah tanah setelah sempat terdampak kendala operasional pada tahun-tahun sebelumnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pemaparan Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada Selasa (14/7), proyeksi peningkatan ini sejalan dengan kenaikan volume produksi perusahaan. Angka kontribusi tersebut dihitung berdasarkan asumsi harga komoditas yang optimistis, yakni tembaga sebesar US$ 6 per pon dan emas senilai US$ 4.500 per ounce.
Dari pengamatan tim redaksi, rincian setoran Rp 85 triliun tersebut terdiri atas pajak senilai US$ 1,9 miilar (Rp 34,37 triliun), dividen sebesar US$ 1,9 miliar (Rp 34,37 triliun), serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar US$ 800 juta (Rp 14,47 triliun). Proyeksi ini menandai kenaikan signifikan sebesar 80,77% dibanding estimasi setoran tahun ini yang hanya sebesar US$ 2,6 miliar akibat dampak sisa longsor di Grasberg Block Cave pada September 2025.
Tony Wenas meyakini bahwa kontribusi PTFI akan terus meroket di masa depan begitu kapasitas produksi penuh tercapai. "Begitu tambang mencapai kapasitas produksi penuh, maka penerimaan negara bisa melebihi US$ 7 miliar per tahun atau sekitar Rp 120 triliun di tahun-tahun ke depan," ujarnya optimis mengenai prospek jangka panjang mulai tahun 2028.
Di sisi lain, laporan kinerja keuangan PTFI mencatat total setoran ke negara sepanjang tahun 2025 telah mencapai Rp 75 triliun. Jumlah ini mencakup pembagian keuntungan bersih senilai Rp 4,8 triliun untuk pemerintah pusat dan daerah di Papua, serta setoran dividen kepada MIND ID sebesar Rp 16,9 triliun sebagai representasi kepemilikan saham Pemerintah Indonesia.