KRE Publishing KRE Publishing
/home / berita / Apple Gugat OpenAI Terkait Tuduhan...
BERITA

Apple Gugat OpenAI Terkait Tuduhan Pencurian Informasi Rahasia Perusahaan

Gedung kantor Apple dan logo OpenAI yang merepresentasikan perseteruan hukum kasus rahasia dagang.

Gedung kantor Apple dan logo OpenAI yang merepresentasikan perseteruan hukum kasus rahasia dagang.

Apple secara resmi telah menggugat OpenAI di pengadilan federal Amerika Serikat atas tuduhan memperoleh akses ilegal terhadap berbagai informasi rahasia perusahaan. Langkah hukum ini dipicu oleh perekrutan massal mantan karyawan Apple yang diduga membawa dokumen internal sensitif ke perusahaan kecerdasan buatan tersebut. Gugatan hukum ini juga turut menyeret perusahaan desain io Products, serta dua mantan petinggi Apple yang kini telah berpindah haluan ke OpenAI.

Berdasarkan dokumen gugatan yang diajukan pada Jumat (10/7) waktu setempat, pihak Apple menuding para tergugat telah menjalankan "pola pencurian" secara sistematis terhadap pengembangan produk rahasia serta berbagai pekerjaan internal perusahaan. Setidaknya ada dua mantan karyawan senior Apple yang terdeteksi mengirimkan data internal ke alamat email pribadi mereka tepat sebelum bergabung dengan OpenAI.

Dari pantauan redaksi, tensi hubungan kedua raksasa teknologi ini memanas secara drastis setelah munculnya tuntutan hukum tersebut. Padahal sebelumnya, saat Tim Cook mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada April lalu, CEO OpenAI Sam Altman sempat memberikan pujian dengan menyebutnya sebagai "seorang legenda" serta menyatakan apresiasi mendalam atas kontribusinya bagi industri teknologi.

Menanggapi tuduhan serius ini, juru bicara OpenAI Drew Pusateri langsung membantah klaim dari pihak Apple. "Kami tidak tertarik dengan rahasia dagang perusahaan lain," kata Pusateri saat memberikan keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa saat ini OpenAI masih mempelajari seluruh isi dokumen gugatan tersebut dan akan tetap "berfokus pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan orang di mana pun."

Di sisi lain, juru bicara Apple menegaskan bahwa gugatan yang mereka layangkan tidak main-main karena didasarkan pada "bukti yang signifikan." Pihak Apple secara terang-terangan menuduh bahwa OpenAI memang sengaja menjalankan "strategi untuk mengekstrak informasi rahasia Apple" demi mempercepat penetrasi mereka ke pasar perangkat keras.

Selain OpenAI secara kelembagaan, tuntutan hukum ini juga menyasar io Products, sebuah perusahaan rintisan desain yang didirikan oleh mantan eksekutif senior Apple Jony Ive, yang telah diakuisisi OpenAI tahun lalu. Dua mantan petinggi Apple yang ikut menjadi tergugat secara individu adalah Chang Liu, mantan insinyur listrik senior selama delapan tahun, serta Tang Yew Tan, mantan wakil presiden desain iPhone dan Apple Watch yang kini menjabat sebagai kepala divisi perangkat keras OpenAI.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Apple mengklaim mantan pekerja mereka telah menyalahgunakan akses terhadap "proyek-proyek sensitif, hubungan kemitraan yang terpercaya, teknik manufaktur eksklusif, dan produk-produk yang belum dirilis." Hal ini membuat OpenAI diduga kuat berhasil mengantongi rincian matang mengenai rencana produk masa depan serta peta operasional Apple.

Tidak berhenti di situ, Apple juga menuduh pihak pewawancara OpenAI sengaja meminta kandidat dari internal Apple yang masih aktif untuk membawa "bagian asli" produk sebagai "alat peraga" untuk "ditunjukkan dan dijelaskan" selama proses wawancara. Seluruh pihak yang digugat dinilai "bertindak bersama-sama dan sebagai sebuah perusahaan, mengeksploitasi informasi rahasia Apple untuk memajukan upaya OpenAI memasuki pasar perangkat keras konsumen."

Menurut berkas pengaduan Apple, saat ini tercatat ada lebih dari 400 mantan karyawan Apple yang bekerja untuk OpenAI. "Bahwa OpenAI sekarang mempekerjakan orang-orang yang pernah dipercayakan dengan rahasia dagang Apple tidak memberi hak kepada OpenAI untuk menggunakan informasi tersebut untuk mempercepat upaya perangkat kerasnya," tulis produsen iPhone tersebut dalam dokumen pengaduan resminya.

Menanggapi perseteruan ini, Mark Lemley selaku profesor di Stanford Law School memberikan analisisnya. Menurut Lemley, pengaduan Apple ini "berpotensi menjadi kasus yang sangat besar." Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa aksi perekrutan ratusan karyawan Apple oleh OpenAI sebenarnya tidak ilegal di bawah hukum California yang memang mengizinkan mobilitas pekerja ke perusahaan pesaing.

"Tetapi jika klaim Apple bahwa para karyawan membawa dokumen rahasia bersama mereka, dan bahwa OpenAI menggunakan dokumen-dokumen tersebut benar, itu adalah masalah bagi OpenAI," ungkap Lemley menjelaskan titik krusial pelanggaran hukumnya.

Pandangan serupa juga datang dari Camilla Hrdy, seorang profesor hukum di Rutgers Law School. Menurutnya, persidangan kasus ini bisa berjalan sangat kompleks karena mayoritas kasus sengketa kecerdasan buatan sebelumnya lebih banyak berfokus pada perangkat lunak (software) daripada perangkat keras (hardware). Namun, ia meyakini OpenAI memiliki kapasitas dan sumber daya yang sangat memadai untuk melakukan pembelaan diri di pengadilan.

// TOPICS
#apple #openai #gugatan_hukum #rahasia_dagang #teknologi #hukum_bisnis #silicon_valley #sam_altman
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi KRE Publishing adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.