KRE Publishing KRE Publishing
/home / berita / Profil Bupati Langkat Ondim,...
BERITA

Profil Bupati Langkat Ondim, Terjerat Kasus Suap Susul Jejak Pendahulu

Bupati Langkat Syah Afandim alias Ondim saat tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan

Bupati Langkat Syah Afandim alias Ondim saat tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan

Komisi Pemberantasan Korupsi kini mulai melakukan pemeriksaan intensif terhadap Bupati Langkat, Syah Afandim, yang akrab disapa Ondim. Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lokasi, Ondim tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 14.22 WIB dengan mengendarai mobil Toyota Innova berwarna hitam serta mendapatkan pengawalan dari setidaknya seorang anggota Kepolisian.

Menurut keterangan resmi dari Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Ondim diamankan oleh tim penindak karena diduga terlibat dalam perkara dugaan suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pihak lembaga antirasuah tersebut menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini untuk melihat potensi pelanggaran lainnya.

"Akan didalami dan ditelusuri apakah juga ada penerimaan-penerimaan lainnya atau gratifikasi yang dilakukan oleh bupati atau penyelenggara negara di wilayah Langkat," kata Budi Prasetyo saat memberikan keterangan pers di kantornya.

Sebelum memutuskan untuk terjun ke ranah politik praktis pada tahun 2005, Ondim diketahui berlatar belakang sebagai seorang wiraswasta. Ia memulai karier politiknya melalui Partai Amanat Nasional dan sempat dipercaya memegang posisi strategis sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Langkat, hingga kemudian menjabat di DPW PAN Sumut periode 2021-2024 sebelum akhirnya menduduki kursi bupati. Selain aktif di partai, dari pantauan redaksi, ia juga pernah memimpin organisasi Kushin Ryu M. Karate-Do Indonesia serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia.

Berdasarkan kronologi kejadian, Ondim ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan yang dilancarkan KPK di kediamannya. Operasi senyap tersebut juga dilakukan secara paralel di dua lokasi berbeda hingga berhasil mengamankan total tujuh orang, termasuk sang bupati. Enam orang lainnya yang turut ditangkap terdiri dari seorang penyelenggara negara dan lima pihak swasta, meski identitas detail mereka belum diumumkan secara rinci.

Budi Prasetyo menyampaikan bahwa ketujuh orang tersebut terjaring dalam operasi yang berlangsung pada hari Kamis. Dalam penindakan tersebut, aparat penegak hukum juga berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga kuat merupakan uang suap dari pihak swasta kepada bupati.

Kasus yang menimpa Ondim ini seolah mengulang sejarah kelam kepemimpinan di Kabupaten Langkat. Pada tahun 2022 lalu, KPK juga melakukan OTT terhadap mantan Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin, dalam perkara suap proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang membuatnya dijatuhi hukuman kurungan penjara.

// TOPICS
#bupati_langkat #kpk #syah_afandim #korupsi #operasi_tangkap_handal #sumatera_utara
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi KRE Publishing adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.