KRE Publishing KRE Publishing
/home / berita / Bupati Langkat Tiba di Gedung KPK,...
BERITA

Bupati Langkat Tiba di Gedung KPK, Enam Orang Diperiksa di Medan

Bupati Langkat Syah Afandin tiba di Gedung Merah Putih KPK Jakarta setelah terjaring OTT

Bupati Langkat Syah Afandin tiba di Gedung Merah Putih KPK Jakarta setelah terjaring OTT

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat dengan langsung membawa Bupati Langkat Syah Afandin ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/7/2026). Langkah ini dilakukan setelah sang bupati terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar oleh tim penindakan lembaga antirasuah tersebut. Berdasarkan pantauan redaksi di lokasi, Bupati Langkat tiba di area basement belakang gedung KPK tepat pukul 14.22 WIB dengan mengendarai mobil Toyota Kijang Innova Reborn berwarna hitam.

Kendati sang bupati telah berada di Jakarta, KPK belum memberangkatkan enam orang lainnya yang ikut terjaring dalam operasi senyap tersebut ke ibu kota. Menurut penjelasan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap keenam orang tersebut di wilayah Sumatra Utara. Dari hasil observasi tim redaksi, pemeriksaan intensif ini dilakukan guna mencocokkan keterangan para saksi dan terduga pelaku sebelum dilakukan tindakan hukum selanjutnya.

Keenam orang yang masih tertahan di Sumatra Utara tersebut diketahui terdiri dari satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Langkat dan lima orang dari pihak swasta. "Menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan," kata Budi Prasetyo saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Jumat (3/7/2026). Budi menegaskan bahwa tim satgas KPK sengaja tidak membawa mereka bersamaan dengan bupati karena masih membutuhkan waktu untuk menggali informasi lebih lanjut di Medan.

Saat ditanya mengenai rencana pemindahan para terduga lainnya ke kantor pusat di Jakarta, pihak KPK menyatakan belum akan melakukannya dalam waktu dekat. "Untuk hari ini belum. Belum dibawa ke Jakarta hari ini," ujar Budi menambahkan. Pihak lembaga antirasuah tersebut berjanji akan segera memberikan informasi terbaru mengenai jadwal pemindahan para pihak terkait setelah seluruh proses pemeriksaan awal di Polrestabes Medan dinyatakan selesai.

Sebelumnya, tim satgas KPK menggelar operasi senyap secara maraton yang menyisir beberapa wilayah di Sumatra Utara, meliputi Kabupaten Langkat, Binjai, hingga Kota Medan. Dari pantauan redaksi, operasi ini berhasil mengamankan total tujuh orang dengan peran yang berbeda-beda serta menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga kuat sebagai fee terkait pengaturan proyek di lingkungan Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim Kabupaten Langkat.

Budi Prasetyo memaparkan lebih detail mengenai identitas serta komposisi dari para pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. "Bahwa dalam peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim penyelidik mengamankan sejumlah 7 orang. 1 orang merupakan penyelenggara negara, 1 orang merupakan ASN di Kabupaten Langkat, dan 5 orang lainnya merupakan pihak swasta," urai Budi menutup keterangannya.

// TOPICS
#ott_kpk #bupati_langkat #polrestabes_medan #korupsi #sumatra_utara #syah_afandin #fee_proyek
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi KRE Publishing adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.