KRE Publishing KRE Publishing
/home / berita / Banyak Remaja dan Gen Z Kena...
BERITA

Banyak Remaja dan Gen Z Kena Diabetes, Ini Penyebab Utamanya

Ilustrasi remaja Gen Z yang rentan terkena penyakit diabetes akibat gaya hidup tidak sehat

Ilustrasi remaja Gen Z yang rentan terkena penyakit diabetes akibat gaya hidup tidak sehat

Indonesia hingga kini masih menghadapi tantangan yang sangat besar dalam penanganan penyakit diabetes melitus. Berdasarkan laporan terbaru dari International Diabetes Federation (IDF), jumlah penyandang diabetes di Indonesia telah mencapai sekitar 20,4 juta orang untuk kelompok dewasa berusia 20 sampai 79 tahun. Angka fantastis tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kelima sebagai negara dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak di dunia, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Tak hanya jumlah kasus yang terus meroket, tren penyebaran diabetes juga dilaporkan mengalami pergeseran usia yang mengkhawatirkan. Penyakit yang sebelumnya lebih identik ditemukan pada kelompok usia di atas 40 tahun, kini semakin sering didiagnosis pada usia produktif, bahkan menyerang remaja. Menurut pengamatan tim redaksi, fenomena ini menjadi alarm keras bagi masa depan kesehatan generasi muda di tanah air.

Berdasarkan penuturan Associate Professor Dr. Do Dinh Tung selaku Direktur Duc Giang General Hospital di Hanoi, Vietnam, diabetes kini memang semakin banyak ditemukan pada kelompok usia yang jauh lebih muda. "Saat ini penyakit tersebut sering didiagnosis pada usia 20-30 tahun, bahkan remaja," ujarnya saat memberikan keterangan ilmiah terkait perubahan tren epidemiologi penyakit menahun tersebut.

Salah satu faktor utama yang diduga kuat berkontribusi terhadap tren mengerikan ini adalah perubahan pola makan dan gaya hidup dari generasi muda itu sendiri. Makanan cepat saji seperti mi instan, burger, kentang goreng, hingga ayam goreng terpantau masih menjadi menu favorit harian. Jenis makanan ini umumnya mengandung kalori, lemak, gula, dan karbohidrat olahan dalam jumlah tinggi yang berpotensi memicu lonjakan kadar gula darah apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Selain makanan cepat saji, kegemaran mengonsumsi minuman manis juga menjadi perhatian serius para pakar kesehatan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Jakpat, sebanyak 67% responden dari generasi Gen Z mengaku rutin mengonsumsi kopi dalam enam bulan terakhir, disusul oleh teh sebesar 65%, jus 47%, dan minuman bersoda sekitar 30%. Dari pantauan redaksi, tingginya angka ini menunjukkan betapa dekatnya asupan gula cair dalam kehidupan sehari-hari anak muda.

Menurut Associate Professor bidang endokrinologi, diabetes, dan metabolisme di Rush University Medical Center, Chicago, Rasa Kazlauskaite, minuman manis dapat menyulitkan pengendalian kadar gula darah di dalam tubuh. Ia menjelaskan bahwa soda, teh manis, hingga jus buah umumnya mengandung kadar gula yang sangat tinggi, namun minim akan kandungan protein, lemak, maupun serat, sehingga tidak memberikan rasa kenyang yang cukup lama bagi konsumennya.

Meski konsumsi gula sering dikaitkan erat dengan diabetes, para ahli menilai penyakit ini pada dasarnya bersifat multifaktorial dan tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal saja. Diabetes dipengaruhi oleh berbagai variabel kompleks, mulai dari riwayat genetik, pola makan yang kurang sehat, minimnya aktivitas fisik, kualitas tidur yang buruk, hingga kondisi stres berkepanjangan yang memicu resistensi insulin dalam jangka panjang.

Banyak orang yang keliru dan mengira bahwa lonjakan gula darah hanya disebabkan oleh makanan yang memiliki rasa manis di lidah. Menurut penjelasan ahli kardiologi preventif, Stephen Devries, makanan berpati yang tidak terasa manis justru dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara signifikan. "Banyak orang tidak menyadari bahwa makanan berpati, yang sering kali sama sekali tidak terasa manis justru dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara lebih signifikan dibanding makanan manis," ungkapnya seperti dikutip dari American Medical Association.

// TOPICS
#diabetes_melitus #generasi_z #kesehatan_remaja #gaya_hidup_sehat #makanan_cepat_saji #gula_darah #penyakit_genetik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi KRE Publishing adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.