Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, bersama jajaran Tony Blair Institute for Global Change (TBI) secara resmi mengunjungi kantor BPI Danantara. Berdasarkan laporan yang dihimpun, Tony Blair secara langsung bertemu dengan CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, untuk membahas berbagai peluang kerja sama strategis.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut penjelasan resmi, pertemuan kedua belah pihak berfokus pada agenda transformasi BUMN melalui penguatan tata kelola, pengembangan sektor-sektor strategis, serta peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global. Pembahasan ini juga mencakup potensi kolaborasi dalam pengembangan kawasan ekonomi, percepatan hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, hingga penguatan kapasitas kelembagaan.
Dari pantauan redaksi, minat tinggi dari para pemodal internasional ini dipicu oleh pembentukan Danantara yang dipandang sebagai pintu masuk utama yang kredibel bagi investasi global. Kebijakan ekonomi pemerintah dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang sangat menjanjikan di mata dunia.
Menurut pernyataan Rosan Roeslani, antusiasme yang sangat besar dari investor asing memperlihatkan sentimen pasar yang sangat positif terhadap langkah-langkah pemerintah. "Danantara siap menjadi jembatan bagi modal internasional untuk masuk secara efektif, dan sentimen pasar sangat positif terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintah," jelas Rosan dalam keterangan resminya pada Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Danantara kini diposisikan sebagai mitra strategis yang memiliki portofolio dan proyek menarik bagi modal asing. Rosan juga menambahkan bahwa pihaknya akan mengakselerasi proses kerja sama ini agar dampaknya segera terasa di masyarakat luas, seraya menegaskan bahwa ini barulah sebuah permulaan.
Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kolaborasi dengan mitra global menjadi bagian penting dalam memperkuat transformasi BUMN. "Kita ingin transformasi BUMN berjalan lebih cepat. Karena itu, penting buat kita membuka ruang kolaborasi dengan mitra global seperti Tony Blair Institute," ujar Dony dalam keterangan tertulisnya.