KRE Publishing KRE Publishing
/home / berita / Harga Nikel Dunia Melonjak 2,4...
BERITA

Harga Nikel Dunia Melonjak 2,4 Persen Imbas Kebijakan RKAB Indonesia

Grafik pergerakan harga nikel dunia di LME yang mengalami kenaikan akibat kebijakan RKAB Indonesia

Grafik pergerakan harga nikel dunia di LME yang mengalami kenaikan akibat kebijakan RKAB Indonesia

Harga nikel di London Metal Exchange (LME) dilaporkan melonjak sebesar 2,4 persen hingga menyentuh level US$ 17.205 per ton. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, lonjakan signifikan ini menjadi catatan kenaikan tertinggi dalam kurun waktu tiga pekan terakhir di pasar komoditas global.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan positif harga logam industri ini didorong oleh dua faktor utama. Faktor pertama adalah kebijakan pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) di Indonesia yang membayangi prospek pasokan dunia. Sebagai informasi, Indonesia memegang peran krusial dengan menyumbang lebih dari 60 persen pasokan nikel global.

Dari pantauan redaksi, para investor global saat ini tengah mencermati kepastian kuota RKAB nikel di tanah air. Meskipun sejumlah perusahaan tambang dijadwalkan mengajukan kenaikan kuota produksi pada awal bulan ini, pihak pemerintah dinilai belum memberikan kejelasan resmi mengenai kelanjutan proses tersebut.

Dampak ketidakpastian kuota ini mulai memukul aktivitas hilirisasi di dalam negeri. Aktivitas smelter di Indonesia terpantau menurun dalam beberapa bulan terakhir dengan indeks kapasitas tidak aktif (inactive capacity) yang melonjak hingga 17,2 persen, atau naik sekitar 8,4 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain sentimen pasokan dalam negeri, faktor kedua yang mengerek harga nikel adalah melemahnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Kebijakan suku bunga tinggi dari bank sentral AS tersebut biasanya menekan permintaan logam karena memicu pembengkakan biaya pinjaman di sektor manufaktur.

Penguatan ini tidak hanya dialami oleh nikel, sebab harga aluminium juga merangkak naik 0,7 persen diiringi penguatan tipis pada komoditas tembaga. Sementara itu, harga timbal berhasil bangkit 1,1 persen setelah sempat tertekan akibat rekor pengiriman pasokan oleh Trafigura Group ke gudang LME.

Merespons dinamika pasar ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan belum menelurkan keputusan final terkait total volume RKAB nikel untuk tahun 2026. Penegasan ini sekaligus menepis spekulasi liar mengenai adanya perubahan kuota produksi menjelang periode revisi.

Menurut Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Tri Winarno, pemerintah saat ini masih menelaah berbagai usulan penyesuaian RKAB yang disodorkan oleh para pelaku usaha. Pemerintah memastikan belum menetapkan target angka produksi tertentu untuk periode berjalan.

"Terkait RKAB nikel, pemerintah tetap akan menggunakan mekanisme evaluasi resmi sebelum menetapkan perubahan RKAB. Belum sampai pada keputusan angka, masih dalam pembahasan," kata Tri Winarno dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Tri Winarno menggarisbawahi bahwa proses yang tengah berlangsung saat ini merupakan bentuk evaluasi komprehensif terhadap kebutuhan industri riil, dan bukan merupakan langkah relaksasi kuota secara sepihak. "Nanti tetap akan ada evaluasi. Jadi tidak bisa serta merta (relaksasi)," ujarnya menambahkan.

Kendati belum ada angka persetujuan baku, Tri mengisyaratkan bahwa pemerintah berencana menambah kuota RKAB nikel 2026. Kebijakan strategis ini diambil semata-mata untuk mengamankan kebutuhan bahan baku bagi fasilitas smelter domestik yang saat ini dilaporkan sedang mengalami defisit pasokan.

Berdasarkan penjelasan lanjutan saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Tri menegaskan secara umum tidak ada lonjakan kuota produksi yang masif tahun ini. Tambahan alokasi hanya diprioritaskan untuk menjamin operasional fasilitas pengolahan dan pemurnian tetap berjalan lancar.

"Saya mau jelaskan, nikel tidak ada kenaikan kecuali hanya memenuhi kebutuhan untuk smelter yang masih kekurangan pasokan," pungkas Tri Winarno menegaskan komitmen pemerintah.

// TOPICS
#nikel #rkab_nikel #harga_nikel #kementerian_esdm #london_metal_exchange #komoditas #smelter
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi KRE Publishing adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.