KRE Publishing KRE Publishing
/home / berita / Harga Minyak Dunia Melonjak 10...
BERITA

Harga Minyak Dunia Melonjak 10 Persen Imbas Konflik Timur Tengah

Grafik lonjakan harga minyak dunia yang naik 10 persen akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Grafik lonjakan harga minyak dunia yang naik 10 persen akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Berdasarkan pantauan redaksi, harga minyak acuan dunia mengalami peningkatan tajam hingga 10 persen dalam sepekan terakhir. Lonjakan signifikan ini dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pelaku pasar terkait potensi gangguan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.

Menurut data perdagangan internasional, minyak jenis Brent yang Jumat pekan lalu masih bertengger di angka US$ 76 per barel, kini telah melonjak ke level US$ 84,72 per barel. Kenaikan serupa juga terjadi pada jenis West Texas Intermediate yang melesat dari US$ 71 menjadi US$ 79,43 per barel. Dari pengamatan tim redaksi, tren penguatan ini berhasil memangkas rekor penurunan harga yang sempat terjadi pada kuartal II 2026.

Eskalasi militer ini mengancam lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, sebuah jalur krusial yang dilewati oleh sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Arus distribusi bahan bakar global seperti diesel dan bensin ikut tersendat, sehingga mendorong margin keuntungan kilang minyak di Amerika Serikat meroket ke rekor tertinggi.

Menanggapi situasi ini, Senior Vice President sekaligus Kepala Analisis Geopolitik di Rystad Energy AS, Jorge Leon, menyatakan adanya pergeseran sentimen di pasar global. "Fokus pasar kini bergeser yang awalnya fokus pada peluang tercapainya terobosan diplomatik, menjadi pertanyaan apakah aliran minyak dapat terus berlangsung meskipun risiko keamanan tetap tinggi," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Ketegangan kian memuncak setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan terbaru ke Iran menyusul insiden penghantaman kapal tanker di dekat terminal ekspor utama OPEC. Di sisi lain, pemerintah Iran dilaporkan telah meminta kelompok Houthi di Yaman untuk memblokir jalur Bab el-Mandeb menuju Laut Merah, yang merupakan rute vital bagi ekspor minyak Arab Saudi, jika infrastruktur domestik mereka diserang.

// TOPICS
#harga_minyak #konflik_timur_tengah #amerika_serikat #iran #selat_hormuz #energi_global
Koresponden Internasional & Analis Global

Siti membawa perspektif global untuk pembaca KRE Publishing. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.