Tim nasional Switzerland berhasil memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia setelah menundukkan Colombia lewat babak adu penalti yang menegangkan di Vancouver. Pertandingan babak 16 besar yang berlangsung sengit dan penuh tekanan ini harus diselesaikan melalui titik putih setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga babak perpanjangan waktu berakhir.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya laga di paruh pertama, pertandingan ini berjalan sangat minim peluang dan cenderung membosankan. Dari pantauan redaksi, kedua tim tampak kesulitan menembus sepertiga area pertahanan lawan, di mana mereka hanya mencatatkan total sembilan sentuhan di dalam kotak penalti lawan sepanjang 45 menit pertama.
Memasuki babak kedua, situasi tidak banyak berubah karena buruknya penyelesaian akhir dari masing-masing tim. Peluang terbaik sempat didapatkan oleh penyerang Colombia, Luis Suarez, namun sepakannya meleset jauh dari sasaran. Memasuki babak perpanjangan waktu, barulah tempo permainan sedikit meningkat setelah sejumlah pemain pengganti dimasukkan.
Colombia nyaris memecah kebuntuan ketika Jhon Lucumi melepaskan sundulan yang membentur mistar gawang memanfaatkan umpan sepak pojok Juan Quintero. Tak lama berselang, giliran pemain pengganti Colombia lainnya, Jaminton Campaz, yang membuang peluang emas di depan gawang setelah tembakannya dari jarak dekat justru melambung tinggi ke atas mistar.
Kegagalan tersebut harus dibayar mahal setelah laga berlanjut ke babak adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3 untuk keunggulan Switzerland. Ruben Vargas yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-92 menjadi pahlawan kemenangan setelah sukses mengeksekusi penalti penentu, sekaligus membawa negaranya lolos ke delapan besar Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1954.
Menurut pengamatan tim redaksi, hasil ini menjadi pukulan telak bagi bintang Colombia, Luis Diaz. Pemain sayap asal klub Bayern Munich tersebut tampak menangis histeris di lapangan setelah timnya dipastikan tersingkir, mengingat ia gagal membawa negaranya melangkah lebih jauh meskipun sempat sukses mengeksekusi penaltinya sendiri. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Switzerland untuk menantang Argentina di babak perempat final.