Babak perempat final Piala Dunia 2026 siap digelar setelah delapan tim terbaik memastikan tempat di fase delapan besar. Berdasarkan prediksi superkomputer Opta Analyst, Argentina berpeluang besar menghadapi Inggris di babak semifinal. Duel klasik dua raksasa sepak bola dunia tersebut menjadi salah satu skenario yang paling dinantikan oleh para pencinta sepak bola di seluruh dunia.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Piala Dunia 2026 sendiri menghadirkan format baru yang berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya. Dari pantauan redaksi, untuk pertama kalinya dalam sejarah, fase gugur turnamen akbar ini dimulai dari babak 32 besar karena adanya penambahan jumlah peserta menjadi 48 negara, bukan langsung dari babak 16 besar seperti regulasi lama.
Perubahan regulasi ini turut mendapat perhatian dari pengamat sepak bola tanah air. Menurut Putri Indah Nazareta selaku Dosen S1 PJKR FKOR UNS sekaligus Kabid Binpres ESI Surakarta, format baru tersebut membuat tensi persaingan menjadi semakin menarik sekaligus menantang bagi setiap tim kontestan.
"Menurut saya, Piala Dunia 2026 menarik karena mempertemukan lebih banyak negara dalam format baru. Namun, kualitas kompetisi tetap akan ditentukan oleh kemampuan setiap tim beradaptasi dengan tekanan turnamen," ujar Putri Indah Nazareta saat memberikan analisisnya.
Berdasarkan hasil pertandingan sebelumnya, delapan tim yang berhasil melaju ke perempat final adalah Prancis, Maroko, Spanyol, Belgia, Inggris, Norwegia, Argentina, dan Swiss. Pertandingan di fase delapan besar ini dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 12 Juli 2026.
Dari pantauan redaksi, empat pertandingan sengit yang akan tersaji di babak delapan besar adalah Prancis vs Maroko, Inggris vs Norwegia, Spanyol vs Belgia, serta Argentina vs Swiss. Setiap tim akan memperebutkan empat tiket berharga menuju babak semifinal.
Dari seluruh kontestan yang tersisa, Prancis menjadi tim yang paling difavoritkan untuk melaju ke semifinal. Berdasarkan data statistik dari Opta Analyst, Les Bleus memiliki peluang sebesar 73,88 persen untuk mengalahkan Maroko. Sebaliknya, peluang tim kejutan asal Afrika tersebut hanya berada di angka 26,12 persen.
Status unggulan utama tersebut dinilai sangat realistis. Tim asuhan Didier Deschamps tampil sempurna sepanjang turnamen dengan selalu meraih kemenangan sejak fase grup. Performa impresif itu juga mengantarkan Prancis kembali menempati peringkat pertama dunia berdasarkan pembaruan Football Ranking, ditambah dengan status mereka sebagai skuad dengan nilai pasar tertinggi di antara seluruh peserta.
Sementara itu, Spanyol menjadi tim dengan peluang terbesar kedua untuk meloloskan diri ke babak semifinal. La Roja diprediksi memiliki peluang sebesar 69,70 persen untuk menumbangkan Belgia. Kondisi Belgia sendiri sedang pincang setelah dipastikan kehilangan gelandang andalannya, Amadou Onana, akibat cedera berat anterior cruciate ligament (ACL).
Catatan historis juga berpihak pada tim Matador, di mana Spanyol selalu menyapu bersih kemenangan dalam lima pertemuan terakhir kontra Belgia di semua kompetisi. Menurut pengamatan tim redaksi, jika Spanyol mampu melewati menghadang Belgia, mereka diperkirakan akan berhadapan dengan Prancis di babak semifinal yang ideal.