Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional terus memperkuat efektivitas penggunaan anggaran negara dalam Program Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah ini dilakukan melalui penerapan pola belanja yang lebih efisien, tepat sasaran, serta melalui mekanisme refocusing anggaran.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Wihadi Wijayanto, program Makan Bergizi Gratis merupakan program unggulan Presiden Prabowo. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan gizi anak Indonesia, tetapi juga untuk memperkuat sirkular ekonomi melalui penyediaan makanan yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Dari pantauan redaksi dalam dialog Squawk Box di CNBC Indonesia, Banggar DPR RI menilai anggaran Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang sangat mulia. Dengan alokasi anggaran yang ada saat ini, porsi peningkatan gizi dinilai sudah cukup baik. Oleh karena itu, Banggar terus mendorong peran Badan Gizi Nasional dalam melakukan kontrol ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dengan tetap memperhatikan kualitas gizi yang disajikan.
Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran Makan Bergizi Gratis pada tahun 2026 ditargetkan mencapai Rp 335 Triliun. Namun, pada pagu anggaran tahun 2027, angka tersebut mengalami penurunan menjadi sebesar Rp 174 Triliun. Pihak Banggar menjelaskan bahwa anggaran ini belum bersifat final dan penurunan terjadi karena alokasi ke depan akan difokuskan untuk bahan baku, berbeda dari sebelumnya yang juga mencakup belanja modal.