Masa depan Mauricio Pochettino sebagai manajer USMNT kini berada dalam ketidakpastian setelah langkah mereka di Piala Dunia harus berakhir secara tragis. Kekalahan telak 4-1 dari Belgia menjadi pukulan telak yang mengakhiri mimpi tuan rumah. Seusai pertandingan, Pochettino menegaskan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membahas kelanjutan kariernya setelah keruntuhan performa tim yang dipimpinnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Padahal, sepanjang musim panas ini, Pochettino konsisten mengobarkan slogan "Why not us?" yang menjadi seruan semangat bagi publik Amerika Serikat. Dari pantauan redaksi, USMNT sebenarnya sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal turnamen dengan mencatat hasil solid melawan Senegal dan Germany, serta menumbangkan Paraguay. Mereka menyajikan permainan sepak bola menyerang yang agresif dan menghibur para penggemar setianya.
Namun, segalanya berubah drastis saat menghadapi Belgia di babak gugur. Tim yang biasanya tampil lepas mendadak bermain tegang dan reaktif. Menurut pengamatan tim redaksi, skuad asuhan Pochettino seperti kehilangan kegembiraan dan kebebasan bermain yang sempat menjadi ciri khas mereka di empat laga awal, hingga akhirnya tak berkutik di hadapan tim penantang gelar yang sesungguhnya.
"Mungkin penjelasannya sangat mudah: ini bukan hari kami, baik secara kualitas maupun individu," ujar Pochettino saat memberikan keterangan pers. Pelatih asal Argentina tersebut juga menambahkan, "Tentu saja, penanggung jawab utama adalah saya sendiri, dan ya, kami perlu melihat dan memeriksa apa yang kami lakukan karena itu bukan performa atau cara bermain kami yang biasanya."
Selain masalah teknis di lapangan, fokus USMNT juga terganggu oleh situasi non-teknis di luar stadion. Isu politik merebak setelah Presiden Donald Trump memuji keputusan FIFA yang membatalkan kartu merah Folarin Balogun. Berdasarkan dinamika tersebut, atmosfer tim yang semula positif langsung berubah drastis. Narasi di media internasional bahkan bergeser dari tim underdog yang dicintai menjadi tim yang dituduh penuh manipulasi dan korupsi.
Pochettino sendiri berusaha membela anak asuhnya dari spekulasi liar tersebut. "Jika Anda bisa memainkan Balogun karena komite disiplin FIFA mengizinkannya, maka itu bukan masalah," kata Pochettino. "Namun secara pribadi, saya merasa sangat kecewa dengan terlalu banyak orang yang berbicara tentang politik, manipulasi, etika, dan integritas. Itu bukan alasan untuk mengatakan kami tidak tampil baik karena hal itu. Itu tidak benar."
Kini, U.S. Soccer dihadapkan pada pilihan sulit mengenai masa depan sang pelatih. Pihak federasi menyatakan masih membuka pintu dialog setelah masa evaluasi dan istirahat pasca-turnamen selesai. Pochettino menyatakan bahwa siklus penuh bersama sebuah tim nasional idealnya berlangsung selama empat tahun, sementara dirinya baru menjabat kurang dari dua tahun.
"Perjalanan ini luar biasa," tutur Pochettino menutup pernyataannya. "Sekarang adalah waktunya untuk beristirahat sejenak, berpikir, kemudian melakukan beberapa percakapan, dan kemudian kita akan melihat apa keputusan dari federasi dan dari kami. Saya sangat senang, kami telah membangun hubungan yang baik, tetapi sekarang bukan waktunya untuk membicarakan hal itu."