KRE Publishing KRE Publishing
/home / ekonomi / Bursa Asia Melemah, IHSG Justru...
EKONOMI

Bursa Asia Melemah, IHSG Justru Menguat Berkat Aliran Dana Asing

Pergerakan saham IHSG bergerak menguat berlawanan arah dengan tren pelemahan bursa saham Asia

Pergerakan saham IHSG bergerak menguat berlawanan arah dengan tren pelemahan bursa saham Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa positif pada penutupan perdagangan akhir pekan. Di saat bursa saham utama kawasan Asia-Pasifik mengalami tekanan hebat, indeks domestik justru melaju di zona hijau berkat sokongan aksi beli investor investor asing.

Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (17/7/2026), IHSG ditutup naik 67,32 poin atau menguat 1,1% ke level 6.173,53. Dari pantauan redaksi, aktivitas perdagangan di lantai bursa berlangsung cukup ramai dengan saham-saham sektor perbankan yang menjadi pusat perhatian sekaligus motor penggerak utama indeks.

Menurut catatan transaksi, nilai perdagangan hari ini mencapai Rp16,32 triliun dengan volume 24,04 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,99 juta kali. Penguatan ini ditopang oleh aliran dana investor asing yang membukukan beli bersih atau net buy senilai Rp638,6 miliar di seluruh pasar.

Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama menyatakan bahwa pelemahan di beberapa bursa regional lebih banyak dipicu oleh tekanan pada sektor teknologi global. Kendati belum bisa disimpulkan terjadi rotasi modal secara penuh, ia tidak menampik adanya peluang pengaturan ulang portofolio global ke pasar yang lebih murah.

"Walaupun demikian, secara global memang ada potensi portfolio rebalancing ke pasar yang valuasinya lebih menarik," ujar Elandry saat dihubungi mengenai tren perpindahan dana asing tersebut.

Senada dengan hal itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai perpindahan dana ke pasar modal Indonesia sangat mungkin terjadi. Menurut pengamatannya, rencana kenaikan suku bunga di beberapa negara mitra regional berpotensi menekan pasar saham mereka yang sudah menguat signifikan sejak awal tahun.

"Of course bisa aja. Korea Selatan kan pelaku ekonominya mau naikin suku bunga, akan jadi sentimen buruk ke pasar saham mereka yang memang sudah jagoan di tahun ini," kata Liza menjelaskan kondisi dinamika pasar makro saat ini.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi terhadap bursa regional, indeks Nikkei 225 Jepang anjlok hingga 4% dan indeks CSI 300 China merosot 3,6% akibat aksi jual massal pada saham teknologi serta semikonduktor. Tekanan serupa dilaporkan menjalar hingga ke awal perdagangan bursa Eropa seperti koreksi tajam pada saham ASML dan Infineon.

// TOPICS
#ihsg #bursa_asia #saham_perbankan #dana_asing #pasar_modal #sentimen_global
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi KRE Publishing adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.