Emiten baru di sektor infrastruktur, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), resmi mencatatkan saham perdana mereka di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/7/2026). Perusahaan yang diketahui memiliki afiliasi dengan Grup Djarum ini menjadi emiten keempat yang melantai di bursa domestik sepanjang tahun ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi pada debut perdananya, harga saham BACH langsung dibuka melonjak tajam sebesar 24,43% ke level Rp 550 per saham. Lonjakan signifikan ini membuat pergerakan saham perseroan langsung menembus batas harga tertinggi perdagangan harian atau Auto Rejection Atas (ARA) tepat pada pukul 09.00 WIB.
Dari pengamatan tim redaksi terhadap aktivitas pasar pagi ini, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 665 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 36,58 juta. Sementara itu, frekuensi perdagangan untuk saham berkode BACH tersebut dibukukan sebanyak 284 kali.
Menurut data prospektus perseroan, PT Bach Multi Global Tbk menawarkan sebanyak-banyaknya 615 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 15,06% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, di mana harga pelaksanaan final ditetapkan sebesar Rp 442 per saham setelah sempat ditawarkan di kisaran Rp 400 hingga Rp 500. Melalui aksi korporasi ini, perseroan berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp 271,83 miar.
Perusahaan yang berdiri sejak September 2006 ini awalnya berfokus pada penjualan genset untuk menyokong kebutuhan listrik sektor telekomunikasi, sebelum akhirnya memperluas ekspansi ke jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur melalui anak usahanya, PT Bach Multi Infrastruktur. Terkait kebijakan pemegang saham, manajemen berencana membagikan dividen kas hingga maksimal 50% dari laba bersih mulai tahun 2027 mendatang berdasarkan kinerja tahun buku 2026.