Di tengah proses perceraian yang melanda rumah tangga mereka, nama Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menjadi bahan perbincangan hangat di jagat maya. Berdasarkan pantauan redaksi di berbagai platform digital, mantan pasangan suami istri ini mendadak dituding terlibat dalam praktik pesugihan di Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Rumor miring ini mencuat ke publik setelah beredarnya sebuah rekaman video wawancara seorang pria yang mengaku sebagai juru kunci Gunung Kawi. Menurut pengakuan pria tersebut dalam video yang viral di platform X, Sarwendah diklaim pernah mendatangi lokasi sakral tersebut untuk menjalani ritual tertentu.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, isu ini kian menggelinding bak bola salju setelah muncul potongan video podcast lain yang memuat pengakuan mantan asisten artis. Dalam tayangan tersebut, sang asisten membeberkan cerita mengenai dugaan praktik pesugihan hingga rentetan kejadian mistis yang menimpa rumah tangga majikannya.
Akibat dari viralnya potongan video tersebut, sejumlah warganet langsung mengaitkan cerita mistis itu dengan pengalaman masa lalu Ruben Onsu yang pernah mengaku diteror hal gaib saat masih tinggal bersama Sarwendah. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada bukti valid yang dapat mengonfirmasi kebenaran spekulasi yang beredar luas di media sosial tersebut.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, mantan pebasket nasional sekaligus pembuat konten ternama, Denny Sumargo, akhirnya turut angkat bicara. Pria yang akrab disapa Densu ini menyayangkan sikap netizen yang terkesan terburu-buru dalam mencocokkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Ini kok disangkut-pautin sama kisah Ruben dan Sarwendah ya, padahal kan belum tentu mereka yang diceritakan," ujar Denny Sumargo melalui sebuah unggahan video di akun TikTok pribadinya, @dennysumargo, pada Senin (13/7/2026).
Menurut pandangan Denny Sumargo, setiap kreator konten memikul tanggung jawab moral yang besar terhadap apa yang mereka sebarluaskan. Ia menegaskan bahwa ketika sebuah konten memicu opini liar yang merugikan pihak lain, maka sang pembuat video wajib memberikan klarifikasi guna membendung fitnah.
"Sebagai content creator kita ada tanggung jawab, ketika kita melempar sebuah informasi dan itu menimbulkan isu, dan isu itu merugikan orang lain, kita punya tanggung jawab untuk memberikan penjelasan bahwa apakah itu benar ke arah sana atau tidak," kata Denny Sumargo memungkasi penjelasannya.