Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, geliat bisnis garmen skala rumahan di ibu kota mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Berdasarkan pantauan redaksi di salah satu kawasan konveksi rumahan di Jakarta pada Jumat (3/7/2026), para pekerja tampak sangat sibuk menyelesaikan tumpukan produksi pakaian seragam sekolah demi memenuhi permintaan pasar yang melonjak tajam.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut hasil pengamatan tim redaksi, momen pergantian tahun ajaran baru ini selalu berhasil mendongkrak daya beli masyarakat terhadap peralatan sekolah, khususnya pakaian seragam. Menghadapi situasi ini, para pebisnis garmen biasanya langsung mengambil langkah taktis dengan meningkatkan volume produksi mereka hingga dua kali lipat dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.
Salah seorang pekerja konveksi menuturkan bahwa skala produksi garmen nasional untuk pakaian seragam sekolah secara umum bisa mencapai angka yang fantastis dalam kurun waktu yang singkat. "Produksi garmen nasional untuk pakaian seragam sekolah rata-rata sebanyak 50 juta potong dalam dua bulan," ungkapnya saat ditemui di sela-sela kesibukan bekerja.
Pekerja tersebut juga mengungkapkan bahwa konveksi tempatnya bekerja menerima banyak pesanan seragam dari berbagai jenjang pendidikan. Berdasarkan keterangannya, pesanan yang paling mendominasi datang dari kebutuhan untuk siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Tingginya antusiasme pasar membuat pola distribusi barang ikut berubah dari biasanya. "Tahun ajaran baru ini permintaan pasar cukup tinggi, bahkan hampir setiap minggu banyak pedagang pakaian seragam sekolah datang ke konveksi untuk meminta barang, padahal biasanya barang tersebut harus selalu diantar ke toko-toko pelanggan," tambah pekerja tersebut.
Dari pantauan redaksi di lokasi, tumpukan kain dan potongan seragam siap jahit tampak memenuhi ruangan produksi. Dengan tren pesanan yang terus merangkak naik, para pelaku usaha konveksi rumahan kini tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh pesanan pelanggan dapat selesai tepat waktu sebelum sekolah dimulai.