KRE Publishing KRE Publishing
/home / berita / Pemerintah Kaji Insentif Tax Holiday...
BERITA

Pemerintah Kaji Insentif Tax Holiday untuk Proyek Dragon Karawang

Proyek pabrik baterai kendaraan listrik terintegrasi Proyek Dragon di Karawang Jawa Barat

Proyek pabrik baterai kendaraan listrik terintegrasi Proyek Dragon di Karawang Jawa Barat

Pemerintah saat ini masih terus mengkaji pemberian insentif pajak atau "tax holiday" untuk Proyek Dragon, yakni proyek pabrik baterai kendaraan listrik terintegrasi yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembahasan intensif sedang dilakukan bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dan Kementerian Investasi/BKPM guna memastikan proyek tersebut memenuhi syarat untuk memperoleh fasilitas perpajakan.

Dari pantauan redaksi, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika mengatakan fokus pembahasan saat ini adalah interpretasi sejumlah perubahan aturan terkait "tax holiday" yang menjadi dasar penilaian kelayakan proyek. "Jadi itu masalah tax holiday yang diajukan oleh Proyek Dragon di Karawang," kata Erani saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (3/7). Ia menjelaskan terdapat beberapa ketentuan baru yang perlu diselaraskan.

Menurut Erani, pemerintah sejauh ini belum mengambil keputusan final karena masih berlangsung proses harmonisasi antar-instansi. Langkah ini penting untuk memastikan apakah perusahaan-perusahaan patungan yang terlibat dalam Proyek Dragon dapat memperoleh fasilitas tersebut. Pengamatan tim redaksi menunjukkan kesepahaman antara DJP, BKPM, dan Kementerian ESDM menjadi kunci utama penentu kelayakan bagi entitas seperti CATL dan "joint venture" lainnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, Proyek Dragon merupakan kerja sama strategis antara Indonesia Battery Corporation dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd, bagian dari ekosistem produsen baterai raksasa Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CATL. Pembangunan pabrik sel baterai berkapasitas 15 GWh ini sudah dimulai sejak 2024 di Karawang dengan nilai investasi fantastis mencapai US$ 1,18 miliar.

Menurut pengamatan tim redaksi, yang membedakan Proyek Dragon dari proyek baterai lainnya adalah cakupan bisnisnya yang sangat terintegrasi dari hulu ke hilir. Proyek ini melibatkan lima investor besar termasuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan mencakup enam kegiatan usaha sekaligus, mulai dari pertambangan nikel, produksi material katoda, hingga daur ulang baterai kendaraan listrik demi mendukung strategi hilirisasi nasional.

// TOPICS
#proyek_dragon #insentif_pajak #tax_holiday #kementerian_esdm #baterai_kendaraan_listrik #hilirisasi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi KRE Publishing adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.