Seorang pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), Aditya Waskita Jauhari, dilaporkan gugur saat menjalankan tugas pengawasan pemuatan barang ekspor. Peristiwa nahas tersebut terjadi di area perairan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun, insiden ini bermula ketika korban bersama tim gabungan dari Bea Cukai Pekanbaru tengah melaksanakan proses pemeriksaan fisik muatan kapal (final draft) MV Himala V.195. Pemeriksaan tersebut merupakan prosedur resmi pengawasan kepabeanan atas komoditas ekspor berupa Palm Kernel Shell in Bulk.
Menurut penjelasan otoritas terkait, saat proses pelayanan dan pengukuran akhir muatan berlangsung di wilayah perairan, kapal pompong yang digunakan oleh tim mendadak mengalami kendala akibat hantaman arus kuat. Kondisi alam yang ekstrem tersebut mengakibatkan kapal terbalik dan langsung tenggelam.
Dari pantauan redaksi, Tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan dan pencarian secara intensif. Meskipun sebagian besar penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, Aditya Waskita Jauhari ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya almarhum. "Kami kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang gugur dalam menjalankan amanah negara. Semoga segala amal ibadah dan dedikasi almarhum diterima di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan," ungkap Budi.
Budi menegaskan bahwa pihak Bea Cukai berkomitmen penuh untuk memberikan pendampingan terbaik bagi keluarga almarhum serta berkoordinasi erat dengan pihak terkait dalam penanganan pasca-insiden ini. Melalui pengamatan tim redaksi, institusi tersebut kini juga menekankan pentingnya evaluasi standar keselamatan kerja di lapangan agar aspek keamanan petugas selalu menjadi prioritas utama di masa mendatang.