Pemerintah Jepang bergerak cepat menggelar simulasi darurat penanganan serangan beruang liar setelah insiden kemunculan satwa tersebut sempat melumpuhkan aktivitas publik di Prefektur Tochigi. Langkah ini diambil sebagai respons atas kian maraknya interaksi negatif antara manusia dan satwa liar di kawasan urban.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, latihan respons darurat yang digelar di Isehara, Prefektur Kanagawa pada Jumat (3/7/2026) tersebut dipimpin langsung oleh gugus tugas penanganan serangan beruang bentukan pemerintah. Dalam simulasi tersebut, seorang peserta bersama pemburu profesional tampak memeriksa boneka beruang yang digunakan sebagai pengganti satwa asli demi keamanan latihan.
Agenda latihan ini dilaksanakan sekitar sepekan setelah kemunculan seekor beruang hitam berulang kali melumpuhkan aktivitas di Kota Utsunomiya, sebuah wilayah yang dihuni oleh lebih dari 500.000 jiwa. Demi keselamatan warga, pemerintah setempat bahkan sempat mengambil kebijakan ekstrem dengan menutup hampir 100 sekolah negeri serta sebuah kampus universitas selama tiga hari berturut-turut sebelum beruang tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan di pinggiran kota.
Menurut Kepala Departemen Penanggulangan Satwa Liar Prefektur Tochigi, Tetsuya Maruyama, simulasi ini merupakan bagian dari rangkaian latihan terintegrasi untuk meningkatkan kesiapan aparat di masa mendatang. "Latihan ini bertujuan menyempurnakan koordinasi dan prosedur respons dalam situasi darurat yang sebenarnya," ujar Tetsuya Maruyama saat memberikan keterangan terkait urgensi program tersebut.
Dari pengamatan tim redaksi, jalannya simulasi dirancang sangat detail dan menggambarkan seekor beruang liar yang mendadak keluar dari semak-semak. Skenario taktis ini melibatkan aparat kepolisian, pemburu berlisensi, dan pejabat pemerintah setempat yang didukung teknologi drone pengintai serta pemetaan digital. Dalam simulasi itu, seorang pejabat yang mengenakan kostum beruang berhasil dipojokkan di dekat kandang kambing sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh tim pemburu.
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menunjukkan bahwa tren serangan beruang terus meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir, bahkan mulai merambah ke wilayah perkotaan. Pemerintah mencatat pada tahun fiskal 2025 terdapat rekor 238 korban serangan beruang, dengan 13 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Selain di Tochigi, serangan serupa di Kota Fukushima pada awal Juni lalu juga dilaporkan telah melukai sedikitnya empat orang warga.