Klub raksasa Women's Super League (WSL), Arsenal, secara resmi mengumumkan kedatangan bintang tim nasional wanita Inggris, Georgia Stanway, pada Jumat pagi waktu setempat. Kepindahan ini menandai berakhirnya masa bakti empat tahun yang sukses bagi sang gelandang di Jerman bersama Bayern Munich. Pemain berusia 27 tahun tersebut dilaporkan telah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun bersama The Gunners.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, rumor kepindahan Stanway sebenarnya sudah berembus sejak awal tahun setelah sang pemain mengumumkan pada Januari lalu bahwa ia akan meninggalkan Bayern Munich di akhir musim. Meski menikmati masa-masa penuh prestasi di Jerman, Stanway mengungkapkan bahwa kerinduan untuk pulang ke Inggris dan merasakan atmosfer kompetisi domestik menjadi alasan utama di balik keputusan besarnya tersebut.
Menurut wawancara eksklusifnya dengan The Athletic, Stanway merasa terisolasi secara emosional setelah kesuksesan internasionalnya. "Berada di Jerman, Anda tidak merasakan dampak dari memenangkan Euro," kata Stanway. Ia menambahkan, "Saya tidak sering merasakan dukungan dari suporter tuan rumah, saya tidak mendapatkan perasaan sebagai juara Eropa. Kembali ke Bayern memang luar biasa, saya mendapat apresiasi dan ucapan selamat, tetapi saya tidak punya siapa-siapa untuk berbagi karena saya satu-satunya orang Inggris di sini. Apa yang saya alami bersama Lionesses adalah sesuatu yang ingin saya rasakan sepanjang waktu."
Dari pengamatan tim redaksi, faktor kompetitifnya liga juga menjadi pertimbangan penting bagi Stanway. Selama empat tahun membela Bayern Munich, ia berhasil meraih empat gelar Bundesliga berturut-turut dan dua trofi domestik treble, serta mencapai semifinal Liga Champions musim ini. Namun, dominasi total Bayern yang hanya kalah dua kali dalam empat tahun membuat sang gelandang mendambakan tantangan yang lebih berat di WSL, yang dinilai sebagai liga paling kompetitif di Eropa saat ini. Selain itu, faktor kedekatan dengan keluarga juga menjadi alasan krusial.
Sebelum menjatuhkan pilihan ke Arsenal, Stanway sempat menjadi rebutan klub-klub elite Eropa. Pemegang delapan gelar juara Eropa, Lyon, sempat menunjukkan ketertarikan serius, namun persaingan ketat akhirnya mengerucut pada dua raksasa WSL: Arsenal dan Chelsea. "Sangat sulit memilih antara Arsenal dan Chelsea. Keduanya sangat mengesankan," aku Stanway. Ia juga sempat berdiskusi secara rahasia dengan dua sahabat dekatnya, penyerang Chelsea Keira Walsh dan bek Arsenal Leah Williamson, sebelum akhirnya membuat keputusan mandiri.
Pada akhirnya, ketertarikan jangka panjang dari Arsenal yang menjadi klub pertama yang mendekatinya terbukti menjadi faktor pembeda. Stanway juga mengungkapkan antusiasmenya untuk bermain di lini tengah bersama kapten ikonik Gunners, Kim Little, serta Mariona Caldentey yang merupakan runner-up Ballon d'Or 2025. Gaya permainan Arsenal dan atmosfer kekeluargaan yang kerap diceritakan oleh Williamson memantapkan hatinya untuk berseragam Merah-Putih.